Edy Triyono

Welcome

:)

Pantai Balekambang

Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1] dan merupakan salah satu wisata andalan Kabupaten Malang sejak 1985 hingga kini. Daya tarik Balekambang utamanya tentu panorama alam, gelombang ombak yang memanjang hampir dua kilometer, serta hamparan pasir nan luas. Area pasir putih terlihat bersih dari sampah maupun kotoran sehingga cukup nyaman bagi pengunjung untuk bermain dan berolahraga.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Uji Coba di Gajayana


MALANG – Arema Indonesia bersiap menghadapi Densus 87 dalam laga uji coba di Stadion Gajayana, Sabtu (24/8) pagi ini. Densus 87 merupakan kumpulan pemain Persekap dan Persekabpas Pasuruan yang dikoordinasi oleh Aremania. Hal ini dibenarkan oleh Korwil Aremania Jalur Gazza, Amin ketika menghubungi Malang Post. “Korwil Jalur Gazza yang berjerih payah mengumpulkan para pemain untuk berujicoba lawan Arema. Kita terus koordinasi dengan tim pelatih Arema agar uji coba ini terlaksana,” tandas Amin.

Menurut Amin, tim Densus 87 sangat bangga bisa melakukan uji coba melawan tim sekelas Arema, yang diakui sebagai salah satu kekuatan besar di dunia sepakbola Indonesia. Bahkan, kebanggaan juga menjadi milik Aremania yang ternyata bisa mengagendakan laga uji coba kontra tim Arema. “Ya tentu saja Densus 87 yang berisi pemain Persekap dan Persekabpas Pasuruan, bangga bisa satu lapangan dan menjadi lawan Arema. Aremania juga sangat bangga bisa membantu tim untuk memenuhi kebutuhan uji coba agar naluri bolanya tetap tajam,” tegas pria berusia 44 tahun itu.

Sementara itu, Arema kemungkinan besar tidak akan bisa diperkuat empat pemainnya dalam uji coba. Kurnia Meiga Hermansyah, Dendi Santoso, Hendro Siswanto dan Cristian “El Loco” Gonzales sedang dibekap cedera. Keempat pemain itu tidak nampak dalam latihan pagi kemarin. Mereka menjalani latihan pemulihan fisik di fitness Araya. 

”Kalau pemain yang cedera tentu belum bisa bermain di laga uji coba besok pagi (hari ini),” ungkap pelatih Arema, Rahmad Darmawan (RD) ketika dikonfirmasi kemarin. Arema sangat membutuhkan uji coba demi mencegah degradasi dalam ball feeling. Sunarto dkk sudah tidak bermain selama lebih dari tiga minggu. Praktis, uji coba lawan Densus 87 bisa memuaskan dahaga untuk berlaga secara total dan serius.

Sementara itu striker Arema yang masih dibelit kasus dugaan penganiayaan, Greg Nwokolo bisa bermain. Sebab, pagi kemarin ia sudah ikut latihan Arema. RD menyebut, selain menjaga ball feeling pemain, uji coba merupakan kesempatan bagi seluruh pemain termasuk para pelapis untuk merasakan atmosfer pertandingan. Sebab, ada beberapa pemain yang belum pernah merasakan aroma pertandingan resmi. “Uji coba adalah kesempatan untuk para pemain merasakan atmosfer pertandingan, semua pemain yang ada dan siap akan diturunkan,” tutupnya.(MPost)

Bendera Aremania Akan Tutupi Lapangan Kanjuruhan


MAKIN KREATIF: Aremania akan membentangkan bendera raksasa di Stadion Kanjuruhan sebagai salah satu bentuk dukungannya.

MALANG –Julukan Singo Edan memang jadi milik Aremania. Suporter fanatik Arema Indonesia sekali lagi memamerkan kegilaannya dalam berkreativitas untuk mendukung tim pujaannya. Basis suporter yang diakui sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ini, sedang mengerjakan bendera berukuran raksasa. Big flag tersebut kabarnya memiliki ukuran sebesar lapangan sepakbola. Dari informasi yang dihimpun Malang Post, big flag Arema tersebut dibuat di lapangan depan kantor BNN Kota Batu. Proses pengerjaannya memakan waktu beberapa minggu. 

Konon, big flag tersebut memiliki panjang sekitar 75 meter dan memiliki lebar 45 meter. Praktis, bentangan bendera raksasa bakal menutup hampir seluruh area lapangan hijau Stadion Kanjuruhan, kandang Arema. Bendera hanya bisa diangkat dan diatraksikan dengan bantuan puluhan Aremania. Jika pengerjaan bendera selesai minggu ini, maka Aremania bisa memajang bendera raksasa saat menjamu Barito Putra Banjarmasin, 1 September 2013 mendatang. Bendera tersebut berwarna putih bersih. Ada sebuah logo besar Arema biru yang terletak tepat di tengah-tengah bedera. 

Selain dimainkan di lapangan, bendera raksasa tersebut kemungkinan besar dapat dimainkan di tribun timur atau bawah papan skor. Dengan bantuan belasan ribu Aremania yang berkerumun di tribun Yuli Sumpil, bukan tak mungkin pertandingan 1 September nanti bakal jadi panggung atraksi bagi para maniak Arema. Hingga sekarang, belum ada suporter klub ISL lain yang memainkan atraksi ini. Praktis, Aremania sekali lagi menghidupi reputasinya sebagai pelopor kreasi dalam dunia sepakbola Indonesia. 

Manajemen Arema, melalui Media Officer Sudarmaji, sangat terkesan dan bangga dengan pencapaian Aremania ini. ”Aremania itu memiliki karakter dan trademark sendiri dalam berkreasi. Mereka adalah suporter yang selalu memunculkan sesuatu yang beda dan fenomenal. Bendera ukuran lapangan bola itu bukti nyata karakter Aremania sebagai suporter Arema,” terang Sudarmaji kepada Malang Post. Kata Sudarmaji, karakter Aremania yang menjadi simbol kerja keras, loyalitas, kreativitas, fenomenal dan penuh rasa persaudaraan itu terwakili oleh bendera raksasa tersebut. Tanpa modal karakter seorang Aremania, proyek kreativitas bendera raksasa tersebut tidak akan terwujud.

Konon, jika bendera raksasa ini benar-benar berkibar di Stadion Kanjuruhan 1 September nanti, maka Aremania bakal menjadi suporter dengan bendera raksasa terbesar di Asia. Bahkan, bendera raksasa Aremania bisa menyaingi fanatisme suporter Eropa dan Amerika Latin yang juga dikenal edan untuk urusan sepakbola.(MPost)

Selasa, 13 Agustus 2013

Jalur Terakhir, UMM Terima 1700 Mahasiswa

MALANG - Pendaftaran gelombang 3 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan ditutup  24 Agustus mendatang. Di jalur terakhir ini UMM akan menerima sekitar 1700 mahasiswa pada semua program studi kecuali kedokteran. ”Sebelum libur lebaran kemarin pendaftar sudah mencapai 1700 orang, dan kami perkirakan akan terus bertambah hingga penutupan akhir Agustus mendatang,” ungkap Kepala Humas UMM, Nasrullah M.Si kepada Malang Post.
 
Hingga akhir pendaftaran diperkirakan peminat UMM mencapai 15 ribu orang. Sebelumnya sejumlah 5418 calon mahasiswa baru UMM telah melakukan daftar ulang. Mereka merupakan peserta tes yang telah dinyatakan lulus di jalur undangan, tes gelombang I dan II. Total pendaftar dari semua periode telah mencapai lebih 10 ribu. Pada proses pendaftaran dan seleksi jalur undangan dan gelombang I saja telah terjaring 2774 calon mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan saringan dari sekitar 4600 calon peminat.
 
Pembantu Rektor I UMM, Prof Dr Bambang Widagdo, MM yakin tahun ini peminat UMM akan mengalami peningkatan. Secara teknis kenaikan itu bisa disebabkan bertambahnya program studi yang dibuka, maupun non teknis yang disebabkan semakin membaiknya kesadaran masyarakat pada perguruan tinggi. Angka lulusan SMA yang melanjutkan ke universitas di Indonesia masih relatif kecil dibanding di negara-negara lain.
 
“Namun seiring membaiknya kondisi ekonomi dan tawaran universitas yang mengembangkan kualitas dengan biaya yang terjangkau, seperti di UMM ini, saya yakin dapat  meningkatkan daya jangkau masyarakat pada pendidikan tinggi,” ungkap Guru Besar FEB UMM ini. 

Bambang menambahkan, tahun ini ada tiga Program Studi baru yang dibuka, yakni Fisioterapi (Fikes), Ekonomi Syariah (FAI) dan Program Dokto Pendidikan Agama Islam. Meski Prodi baru Bambang meyakinkan bahwa seluruh perangkat pembelajaran sudah disiapkan dengan sangat matang. Apalagi UMM telah meraih akreditasi institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013.
 
Pada 2012, tidak ada satu pun dari 14 perguruan tinggi yang mendapat sertifikat akreditasi A. Pada tahun ini, sebanyak 28 perguruan tinggi dinilai BAN-PT dan UMM mendapat peringkat atau nilai A bersama tujuh perguruan tinggi lain. Semua peringkat akreditasi berlaku lima tahun dari 2013 sampai 2018.
 
Dari delapan perguruan tinggi peraih peringkat A, lima di antaranya perguruan tinggi negeri (Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Hasanuddin). Sedangkan dua perguruan tinggi swasta lagi selain UMM adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Perguruan tinggi di Malang yang lebih dulu mendapat peringkat A akreditasi adalah Universitas Brawijaya (UB). (MPost)

UIN Wajibkan Maba Tinggal di Ma’had 1 Tahun

MALANG - UIN Maliki Malang akan melaksanakan program matrikulasi kepada mahasiswa baru. Program tersebut akan dilaksanakan di Ma'had Aly selama satu tahun. Mahasiswa baru wajib tinggal di Ma’had untuk mengikuti program pembinaan tersebut. "Ada dua hal yang menjadi agenda matrikulasi, yaitu kema'hadan dan bahasa arab," ungkap Rektor UIN Maliki, Prof Dr H Mudjia Rahardjo kepada Malang Post.
 
Menurutnya tradisi wajib satu tahun di ma'had ini dilakukan agar lulusan UIN Maliki menjadi lulusan yang berjiwa ulama dan ilmuwan, serta ilmuwan yang ulama. Karena itulah para calon ilmuwan tersebut harus tinggal di pondok dan mengikuti serangkaian program dan pembinaan khusus. Ma'had UIN Maliki sudah integral dengan pengenbangan akademik. "Seluruh program ma'had sama dengan kegiatan akademik, jadi keduanya sudah menjadi satu" tegasnya.
 
Mantan Pembantu Rektor 1 UIN Maliki ini menuturkan pandangan UIN Maliki adalah mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama. Sebab menurutnya ilmu semuanya dari Allah. Saat belajar Kimia harus disandingkan dengan Al Quran, begitu pula saat belajar biologi dan ilmu lainnya. ”Semua ilmu adalah agama, sumbernya dari Allah," kata dia.
 
Karena itulah menurutnya semua mahasiswa harus disamakan persepsi atau cara pandangnya dalam melihat ilmu. Penyamaan persepsi itu dilakukan dalam ma'had. "Sebenarnya semua orang tua ingin anaknya tinggal di ma'had, tapi karena kapasitasnya terbatas maka hanya bisa satu tahun saja," bebernya.
 
Ma'had Aly lanjutnya tidak sekadar asrama. Selama tinggal di sana mahasiswa akan didampingi musyrifah atau kakak pendamping yang telah diseleksi. Saat ini sudah ada 200 musyrifah yang siap mendampingi mahasiswa baru.  Ada sekitar 600 pendaftar yang ingin menjadi musyrifah, dan hanya 200 yang lolos seleksi. Mereka harus memiliki keunggulan dalam hal bahasa dan juga ada syarat IPK minimalnya.
 
Ma'had Aly UIN Maliki memiliki kapasitas maksimal 3000 mahasiswa. Karena itupula penerimaan mahasiswa baru maksimal sebesar angka itu. Walaupun sebenarnya peminat UIN Maliki mencapai puluhan ribu orang.  ”Tahun ini peminat UIN Maliki naik drastis, tapi karena kapasitas kami terbatas sehingga tidak bisa menampung lebih dari 3000 orang,” ujarnya. (MPost)

Sudah Dua Tahun Selingkuh

KOTA BATU -  Teka-teki penyebab kematian Sunarni, 49 tahun yang dalam kondisi hamil tujuh bulan mulai terkuak. Wanita yang hidup bersama pria selingkuhannya di indekosan di Jalan Dewi Sartika belakang Bank Rinjani Kota Batu, itu akibat sakit bukan karena racun.
 
 Yono, suami sah Sunarni saat ditemui di rumahnya kemarin, juga membenarkan kondisi tersebut. ’’Istri saya meninggal, karena awalnya sudah merasa sakit pada bagian kepala dan punggung,” ujar Yono, bapak dua orang anak dari pernikahan dengan Sunarni ini.

Dijelaskan, memang sang istri sebelumnya sudah memberitahu mau indekos dengan alasan lebih mengirit biaya daripada setiap hari uangnya untuk ongkos pulang pergi. ”Dia jualan minuman kopi di pasar, saya pun mengiyakannya dia kos dan tidak curiga sedikitpun. Ternyata dia menggunakan surat nikah palsu ketika tinggal di indekosan itu,” ujar pria asal Blitar ini.

Dia membantah, bahwa putusan Sunarni tinggal di indekosan karena ada masalah rumah tangga. ”Memang empat bulan lalu, istri saya minta cerai. Tetapi saya masih memikirkan nasib anak-anak, sehingga saya tidak mau menceraikannya. Jadi bukan karena ada masalah keluarga lantas dia pilih hidup di indekosan,’’ tandasnya.

Dia mengakui, baru mengetahui Sunarni menjalin hubungan gelap dengan Paedi, justru sejak delapan bulan lalu. Sementara dari pengakuan Paedi, kata Yono, sudah berhubungan dengan Sunarni malah sejak dua tahun lalu. Yono pun telah memperingatkan keduanya.

”Saya sudah dua kali peringatkan Paedi, agar berhenti berhubungan dengan istri saya. Tetapi mereka tetap berhubungan di belakang saya. Dan saya pasrah, pilih fokus merawat anak-anak,” aku Yono sembari menunjukkan foto mendiang istrinya.

Yono pun mengatakan, bahwa pihak keluarga tidak mau jenazah Sunarni divisum karena mereka sudah mengikhlaskan serta yakin meninggalnya (Sunarni) akibat gejala sakit bukan sebaliknya.

Seperti diberitakan Malang Post edisi kemarin, Sunarni meninggal dunia dalam kondisi hamil tujuh bulan. Kejadian itu membuat warga kampung sekitar rumah indekosannya curiga ada keganjilan, lantaran selain sempat pendarahan juga mulutnya mengeluarkan busa.(MPost)

Hari Ini, Bupati Malang Terima Bintang Jasa Koperasi dari Presiden

MALANG - Bupati Malang, Rendra Kresna pada hari ini, Selasa (13/8/2013) menerima bintang jasa koperasi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. Penghargaan itu diterimanya karena berjasa membina dan mengembangkan koperasi di Kabupaten Malang. "Untuk menerima bintang jasa ini juga tidak mudah karena ada banyak tahapan yang dilalui," kata bupati kepada Surya Online, Selasa (13/8/2013).

Untuk mendapatan tanda jasa ini, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang yang mengusulkannya. Tapi Rendra sendiri bukan orang baru di bidang koperasi. Pada 1985-an, ia pernah menjadi manajer koperasi karyawan PG Kebon Agung "Sari Madu". Jumlah koperasi di Kabupaten Malang saat ini sekitar 1500 koperasi. Mereka bergerak di koperasi wanita, koperasi karyawan dan KUD.

Yang membanggakan dia, di wilayah pedesaan, perkembangan koperasi juga diiringi dengan perkembangan UMKM. Jumlah UMKM sudah mencapai 450.000-an. Sebelum mendapatkan tanda jasa ini, pada akhir Mei 2013, ada kunjungan tim verifikasi Satya Lencana Pembangunan dari sekmil ke Pemkab Malang. Selain dari data, mereka juga cek ke lapangan mengenai perkembangan koperasi di Kabupaten Malang secara langsung.

Pada penerimaan hari ini, merupakan penghargaan kedua yang diterimanya. Sebab empat tahun lalu, ia juga pernah mendapatkannya karena mendorong masyarakat berkoperasi. Pemkab Malang lewat dinkop. seperti memberikan bantuan permodalan bergulir kepada koperasi. Meski diakui tidak semua koperasi sehat, karena mungkin ada kesalahan manajemen. (SURYA)

Awan Menghilang Sebabkan Suhu Turun Drastis

SURABAYA - Beberapa hari ini wilayah Surabaya dan sekitarnya di Jawa Timur suhu terasa lebih dingin dari biasanya, lebih sejuk bahkan cenderung dingin.

Agus Tri Suhono, Kasi data dan informasi BMKG Juanda membenarkan kondisi ini, ia menjelaskan suhu yang turun dari biasanya atau dari normalnya ini disebabkan langit di sebagian besar di wilayah tersebut tidak ada awan atau di sebut  "clear".

"Karena clear inilah sehingga energi panas yang diterima bumi, di pancarkan lagi ke atmosfer," kata Agus  kepada Surya Online Selasa (13/08/2013).

Kondisi ini menyebabkan suhu turun drastis karena awan yang seharusnya  berfungsi sebagai selimutnya bumi ini akan menahan larinya energi panas ke atmosfer, akhir akhir ini tidak terjadi.

Di Surabaya dan sekitarnya suhu udara ini terpantau berkisar 22-32 oC. Di beberapa daerah di Jawa Timur bahkan suhu ada yang lebih rendah yakni mencapai 15 - 30 oC, seperti di daerah Pasuruan, Malang, Nganjuk, Bondowoso, Batu dan Kepanjen.

Di Surabaya sendiri suhu mencapai 21 - 33 oC demikian pula di Sidoarjo mencapai 22 - 33 oC. Menurutnya fenomena ini biasa terjadi pada musim kemarau, diperkirakan suhu udara yang turun drastis ini berlangsung hingga akhir Bulan Agustus. (SURYA)

Mudik ke Malang, Ussy Ajak Anak-Anak Wisata Kuliner

MALANG - Lebaran kali ini jadi istimewa bagi pasangan Ussy Sulistiawaty-Andhika Pratama. Pasalnya, ini Lebaran pertama mereka bersama sebagai pasangan suami istri lengkap dengan hadirnya anak mereka, Shakeela Eleanor Ameera. Tak sekadar silaturahmi dengan mertua. Kesempatan mudik di Kota Malang ini dimanfaatkan Ussy untuk mengajak anak-anaknya menikmati kuliner dan obyek wisata di kota kedua terbesar di Jawa Timur ini.

"Ya kemarin sempat ajak anak-anak ke Batu. Dari siang sampai malam, karena itu capek banget sepulang jalan-jalan," cetus Ussy kepada Surya, Minggu (11/8/2013). Silaturahmi bagi Ussy Sulistiawaty (33) hukumnya wajib. Karena itu, sejak jauh hari perempuan kelahiran 13 Juli 1980 ini mempersiapkan keperluan mudik ke Malang. Tahun ini, hari Lebaran pertama memang bakal dilewati bersama keluarga besar sang suami, Andhika Pratama di Kota Malang. “Gilirannya kali ini ke Malang, sebab tahun lalu sudah Lebaran di Jakarta,” ujar Ussy.

Salah satu persiapan yang dilakukan pasangan Ussy dan Andhika Pratama adalah angpao yang bakal dibagi ke keponakan Andhika di Malang maupun keponakannya di Jakarta. “Kalau Mas Dika sih maunya bagi-bagi pecahan Rp 50.000,” tuturnya. Ketika ditanya lebih lanjut, Ussy enggan berapa banyak amplop yang disiapkan untuk dibagikan saat silaturahmi dengan keluarga besarnya nanti. “Ya cukuplah,” jawabnya singkat.

Presenter dan penyanyi ini juga enggan ketika ditanya oleh-oleh yang mereka bawa buat keluarga mertuanya. “Wah saya lupa apa saja, karena sudah dipak dan dikirim lewat Tiki beberapa hari lalu,” kilah ibu tiga anak ini. Meski kali ini mudik Lebaran pertama ke Malang bersama si bungsu Shakeela Eleanor Ameera, namun, diakui Ussy sama sekali tidak repot. Elea (sapaan untuk Shakeela Eleanor Ameera) yang baru berusia setahun pada 28 Oktober mendatang, diakui Ussy, tidak pernah rewel.

“Mudik Lebaran ini yang pertama, tapi kami bersama anak-anak, termasuk Elea pernah ke Malang waktu adik Mas Dhika nikah bulan Mei lalu. Elea sendiri, sudah beberapa kali kok naik pesawat. Bahkan ke luar negeri juga sering ajak dia juga,” tutur pemilik album It's Me ini. Soal bekal pun, menurut Ussy, tidak terlalu ribet. Walau ketiga anaknya perempuan, semua bekal bisa diringkas sehingga muat dalam sebuah koper besar dan satu koper kecil. Jadi ya nyantai aja buat kami,” ucap wanita yang dinikahi Andhika Pratama pada 21 Januari 2012.(Surya)

Senin, 12 Agustus 2013

Waw, JTP 1 Sajikan Es Krim Gratis

BATU – Rangkaian kreasi dan inovasi benar-benar disusun Jawa Timur Park (JTP) I, dalam mengisi liburan Lebaran. Obyek wisata dalam naungan Jawa Timur Park Group ini, tidak hanya menawarkan 56 wahana menarik kepada para pengunjung. Melainkan juga menggelar lomba Makan Es Krim hingga 18 Agustus mendatang.
 
Mulyadi Tim Entertaiment JTP I mengatakan, lomba ini diperuntukkan kepada para pengunjung. Setiap harinya, JTP I mentargetkan minimal 20 peserta yang ikut serta. Peserta yang ikut tidak dipungut biaya. Namun, konsep yang diusung dibagi beberapa kategori, yakni untuk anak-anak dan orang tua. Hadiah menarik dan doorprise, diberikan kepada pemenang.
 
‘’Lomba Makan Es Krim ini memang digelar untuk mengisi lebaran tahun ini. Kami adakan secara free, setiap peserta berkesempatan mendapat dua es krim, kemudian dilombakan. Siapa yang makannya paling cepat, dan paling bersih tidak tumpah, dialah pemenangnya,” akunya, siang kemarin.
 
Titik A Riyanto, Koordinator Marketing JTP Group mengatakan, jumlah pengunjung tempat wisata dipredikasi tetap tinggi hingga masa liburan lebaran berakhir akhir pekan nanti. Lonjakan pengunjung terjadi pada H+2 lebaran, Sabtu (10/8) lalu, hingga mencapai 5 ribu orang. Untuk mengisinya, pihak pengelola menhadirkan hiburan live musik di teater Volcano. Penampilan magic show dan badut acrobatic, juga siap menghibur pengunjung.
 
Penawaran menarik, juga diberikan pada dua tempat wisata milik JTP Group lainnya, yakni Jatim Park II dan Eco Green Park. Kemarin, jumlah pengunjung di tempat ini tampak begitu banyak. Parkiran kendaraan milik pengunjung hingga tak muat, dan harus terparkir di kantong-kantong parkir sekitar kedua tempat wisata ini.
 
‘’Jumlah pengunjung di JTP I, relative sama dibandingkan libur lebaran tahun lalu.  Kalau di JTP II dan Eco Green Park, diprediksi terus meningkat, karena dua tempat wisata ini menyuguhkan konsep baru. Hiburan itu akan hadir setiap hari selama memasuki masa liburan lebaran. Karyawan JTP I, juga akan menampilkan kreatifitasnya ,pada parade interaksi bertemakan Arab,” pungkas Mulyadi. (MPost)

Jaga Mutu, FK Unisma Hanya Terima 80 Mahasiswa

PILIH KUALITAS: Kegiatan mahasiswa FK Unisma di lobby kampus.

MALANG - Meski dijatah oleh Dikti untuk menerima lebih dari 180 mahasiswa baru di fakultas kedokteran (FK), Universitas Islam (Unisma) Malang hanya akan menerima 80 mahasiswa tahun ini. Batasan minimal ini diberlakukan demi menjaga mutu dan kualitas pembelajarannya. ”Yang kami inginkan kualitas FK Unisma ini bisa terjaga, biayanya murah tapi kualitasnya baik,” ungkap Rektor Unisma, Prof Dr Surahmat M.Si kepada Malang Post.
 
Surahmat menuturkan saat ini Unisma sudah mengantongi akreditasi institusi B. Akreditasi institusi ini belum tentu dimiliki oleh perguruan tinggi negeri sekalipun. Karena itulah tugas berat bagi Unisma untuk tetap menjaga kualitas pendidikannya dan memertahankan akreditasi institusi tersebut.
Selain itu ada banyak dosen di FK Unisma yang saat ini sedang menempuh studi di luar negeri. Sehingga kapasitas ideal untuk menerima mahasiswa baru di FK hanya 80 mahasiswa saja.  ”Tidak perlu dipaksa harus 100 orang, karena akan beresiko pada kualitas mutu sehingga memengaruhi akreditasi institusi,” kata dia.
 
Surahmat mengakui semakin banyak menerima mahasiswa, maka akan semakin sulit mutu dijaga. Sebab seorang dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mengajar saja. Tapi juga memiliki kewajiban untuk meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. ”Tidak mungkin pembelajaran bermutu kalau dosennya hanya sibuk mengajar saja,” tukasnya. Dari sekitar 80 mahasiswa tersebut, diantaranya 18 orang mahasiswa adalah kiriman dari Kementrian Agama (Kemenag) RI. Mereka adalah santri dari pondok pesantren yang telah diseleksi dan berhak mendapatkan beasiswa studi di FK Unisma.
 
Pendaftar di FK Unisma tahun ini mencapai 700 orang. Sementara biaya masuk untuk mahasiswa barunya sebesar Rp 140 juta. Lebih murah dibandingkan FK di PTN yang mematok Rp 200 juta. Hingga saat ini FK Unisma sudah meluluskan tiga kali, dan lulusannya bukan dokter biasa tapi dokter muslim. Karena itulah di akhir program pendidikan, calon dokter di sana harus dibait sebagai dokter muslim. ”Kalau biaya dokter tidak mahal maka harapannya kalau lulus bisa membantu rakyat kecil, supaya rumongso kalau dokter harus mengabdi untuk yang lemah,” pesannya.

Seperti halnya Surahmat, yang sejak menempuh pendidikan tinggi di program S1, S2 dan S3 memeroleh beasiswa. Karena itulah ia merasa terpanggil untuk banyak membantu terutama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. (MPost)

UM Mulai Siapkan Prodi Baru

MALANG - Moratorium (penghentian) sementara usulan pembukaan program studi baru di perguruan tinggi akan segera berakhir waktunya. Sesuai janji pemerintah, pada 2014 mendatang kran pembukaan prodi baru sudah dibuka. Karena itulah sejumlah perguruan tinggi sudah ancang-ancang menyiapkan prodi baru. Salah satunya Universitas Negeri Malang (UM). ”Usulan baru yang mendesak dan sudah disiapkan juga didaftarkan yaitu Fakultas Perhotelan dan Pariwisata,” ungkap Rektor UM, Prof Dr H Suparno kepada Malang Post.
 
Pendirian fakultas ini menurutnya berawal dari keberadaan prodi teknologi industri yang ada di Fakultas Teknik. Di Prodi tersebut terdapat dua jurusan yaitu tata boga dan tata busana. Kedua program tersebut sudah sangat eksis dan bahkan menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Karena itulah pengelolaannya akan dinaungi pada fakultas perhotelan dan pariwisata sehingga bisa lebih pesat perkembangannya. ”Basis pembukaan fakultas ini ada pada program studi di Fakultas Teknik, teknologi industri boga dan busana menjadi cikal bakalnya,” bebernya.
 
Pembukaan fakultas baru ini lanjutnya juga tidak lepas dari tugas UM sebagai lembaga eks IKIP. Sehingga fakultas tersebut akan diarahkan pada pengembangan dua jenis prodi yaitu sarjana perhotelan dan penyiapan guru di SMK yang memiliki program perhotelan. ”Setahu saya belum ada IKIP yang punya program kependidikan perhotelan dan pariwisata,” kata dia.
 
Guru besar Fakultas Sastra UM ini menegaskan pembukaan fakultas ini didasari pada kepekaan institusi, pimpinan dan civitas UM yang memikirkan SMK yang punya prodi itu. Sehingga kebutuhan SDM guru disana bisa terpenuhi dengan dibukanya fakultas baru di UM ini. ”Siapa lagi kalo bukan universitas eks IKIP yang memberikan kepedulian ini, karena ini merupakan mandat utama kependidikan,” bebernya.
 
Kalau UM sudah mantap dengan fakultas perhotelan dan pariwisata, namun tidak demikian dengan fakultas kedokterannya. Meski sudah memiliki 15 dokter yang mengabdi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), namun pembukaan FK belum akan dilakukan dalam waktu dekat ini. ”FK belum kami usulkan, tapi sudah ada cikal bakal yang akan menjadi pengembangannya yaitu prodi kesehatan masyarakat yang sudah dibuka tahun ini,” tegasnya.
 
Suparno menambahkan membuka prodi baru di perguruan tinggi harus berdasarkan alasan yang kuat. Seperti memertimbangkan kebutuhan dan masa depan lulusan agar tidak justru menjadi beban bagi kampus. ”Jangan sampai lepas dari tanggung jawab, akan jadi beban kampus kalau lulusan tidak punya masa depan,” pungkasnya. (MPost)

Mimpi Itu, Punya Stadion Sendiri

MALANG – Arema Indonesia sedang meretas mimpi. Menjadi pelopor klub sepakbola berbasis industri di liga Indonesia. Salah satu upaya mewujudkan visi itu adalah dengan membangun stadion homeground sendiri. Cita-cita ini diungkapkan oleh segenap manajemen dan petinggi klub Singo Edan, saat tasyakuran ultah ke-26 di kantor Arema, Jalan Kertanegara, siang kemarin (11/8).
 
CEO Arema, Iwan Budianto menyebutkan, punya stadion sendiri menjadi salah satu harapan utama dari manajemen, untuk segera masuk ke era industri sepakbola. Sampai saat ini, Arema berusaha mewujudkan mimpi sebagai klub sepakbola yang mandiri dan bisa menghidupi diri sendiri. Khususnya pendapatan tiket serta sponsor.
 
‘’Semoga Arema bisa menjadi klub yang mandiri, menjadi klub pertama yang beranjak ke era industri sepakbola Indonesia. Untuk mewujudkan itu, kita butuh stadion sendiri. Mohon diamini,’’ ungkap IB, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan dalam tasyakuran ultah ke-26. Mimpi manajemen klub berlogo singa untuk memiliki stadion homeground itu tak lepas dari kebutuhan Arema untuk berdiri di atas kaki sendiri.
 
Menurut IB, memiliki stadion homeground, berarti selangkah lebih dekat menuju klub sepakbola yang makin mandiri. Namun, sampai saat ini belum ada cetak biru atau maket stadion. Hanya saja, IB menyebut bahwa kapasitas stadionnya melebihi kandang Arema saat ini, Stadion Kanjuruhan. ‘’Kita ingin punya stadion dengan kapasitas 60 ribu orang. Dengan kapasitas tersebut, kami cukup yakin Aremania bakal semakin nyaman dalam bersorak sorai mendukung tim pujaannya,’’ ungkap CEO yang saat muda sudah menjadi suporter untuk Arema tersebut.
 
Saat ini, Arema masih menyewa Stadion Kanjuruhan dari Pemerintah Kabupaten Malang, untuk dijadikan homeground pertandingan. Kapasitas stadion sendiri masih sekitar 45 ribu penonton. Selama kompetisi 2012/2013, rata-rata Aremania yang memadati stadion selalu di atas 25 ribu penonton. Pada pertandingan big match, jumlah suporter mencapai kapasitas maksimal tiket yang dicetak. Kebocoran tiket sendiri di bawah 5 persen.
 
Praktis, fakta bahwa Arema menjadi klub sepakbola berpendapatan tiket tertinggi di Indonesia dengan kebocoran paling rendah, membuat harapan memiliki stadion sendiri disambut baik. Khususnya oleh founding father Arema yang tersisa, Ovan Tobing. Menurut Ovan, apabila Arema memiliki stadion sendiri, kemenangan dan gelar juara bisa semakin manis dan sakral. ‘’Kalau kita menang di stadion sendiri, rasanya kemenangan itu lebih sacral. Kalau kita jadi juara, di stadion sendiri, itu memiliki banyak arti. Semoga mimpi memiliki stadion sendiri bisa kita wujudkan,’’ tegas Ovan.
 
Sementara itu, Presiden Klub Arema, H Rendra Kresna menyebut, impian mempunyai stadion sendiri masih belum bisa terwujud dalam waktu dekat ini. ‘’Kalau dalam waktu dekat ini, satu dua tahun ke depan, masih belum bisa. Kita masih fokus pada pembentukan skuad,’’ tutur Rendra kepada Malang Post. Namun, mimpi Arema menjadi klub yang memiliki stadion sendiri bukannya mustahil. Bupati Malang ini menjelaskan, ada beberapa persyaratan utama yang harus diwujudkan Arema agar mimpi stadion homeground bisa terealisasi.
‘’Kalau stadion yang sekarang terus terisi penuh, sponsor hebat bisa masuk ke Arema. Andai kita terus konsisten selama lima tahun untuk memperoleh surplus keuangan, mimpi punya stadion sendiri tidak mustahil, bisa jadi kenyataan,’’ tandas Rendra. (MPost)

Ocean Garden Jadi Ocean Heat

MALANG - Rumah makan Ocean Garden (Taman Laut) di Jalan Trunojoyo Malang, kemarin siang berubah menjadi Ocean Heat (Lautan Api). Hanya dalam waktu 15 menit, api yang membara ini, meludeskan 60 persen dari bangunan yang terbuat dari alang-alang dan bambu itu. Selain membakar bangunan yang berdiri di atas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) itu, api juga melalap gudang yang berisi peralatan dan perabotan makan.
 
Kepada wartawan, Markus, pemilik Ocean Garden memperkirakan kerugian mencapai Rp 100 juta. Kebakaran ini sendiri, masih dalam penyelidikan anggota Satreskrim Polres Malang Kota. Informasi yang dihimpun Malang Post, kebakaran itu diketahui kali pertama oleh salah seorang pengunjung yang sedang menikmati makan siang di tempat tersebut. Pengunjung ini melihat atap yang terbuat dari alang-alang, sudah mengepulkan asap dan memunculkan api. Melihat salah satu atap terbakar, seketika itu beberapa karyawan rumah makan berteriak sambil berusaha memadamkan api dengan air dari kamar mandi.
 
‘’Kami juga sempat berusaha mendorong atap alang-alang itu agar lepas dan tidak membakar atap lainnya. Tapi hembusan angin yang kuat membuat atap alang-alang yang membujur di sebelah barat dan selatan ikut terbakar,’’ ujar salah seorang karyawan laki-laki yang enggan menyebutkan namanya tersebut. Sadar bila api sudah membesar, semua pengunjung yang masih menikmati makanan di meha lainnya dan puluhan karyawan rumah makan berhamburan keluar. ‘’Ada yang lewat pintu utama, ada juga yang lewat pintu samping,’’ lanjut karyawan itu.
 
Tak pelak, kebakaran ini membuat anggota pos pengamanan Lebaran di depan Stasiun Kota Baru berdatangan dan menghubungi PMK Kota Malang. Api baru berhasil dijinakkan setelah tiga mobil PMK Kota Malang datang. Sutiah, salah satu pemilik bedak PKL di sekitar lokasi kejadian mengatakan, sekitar pukul 12.30, segerombolan pemuda tak dikenal bermain petasan di pertigaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Trunojoyo Malang.
 
‘’Saya lihat ada banyak pemuda bergerombol dan main petasan di dekat dinding Ocean Garden,’’ ungkapnya. Namun dia tidak melihat secara jelas apa yang terjadi selanjutnya. Yang dilihatnya hanyalah, api besar dan membakar atap rumah makan. Isu yang lantas beredar, penyebab kebakaran diakibatkan salah satu pemuda yang bergerombol ini melemparkan petasan ke atap rumah makan Ocean Garden. Namun, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum menegaskan, terlalu dini bila menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut dikarenakan lemparan petasan.
 
‘’Yang pasti, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Petasan tidak mungkin bisa naik,’’ katanya saat melihat lokasi kebakaran. Meski demikian, mantan Kapolres Trenggalek ini langsung melakukan koordinasi dengan Waka Polres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas, Kasatreskrim, AKP Arief Kristanto SH, SIK dan Kasat Intelkam, AKP Imam Solikin untuk penyelidikan kebakaran tersebut. (MPost) 

Bhumi Arema Biru Total

MALANG – Bhumi Malang jadi lautan biru. Puluhan ribu Aremania dari segala penjuru Malang Raya tumpah ruah di jalanan Kota Malang. Mereka berkumpul merayakan ulang tahun ke-26 Arema Indonesia yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2013, kemarin. Suporter pecinta Singo Edan ini tak hanya sekadar berkumpul. Sekitar pukul 10.00 WIB, jalanan Sukarno Hatta yang sudah dibirukan oleh puluhan ribu suporter, menjadi start awal pemberangkatan rombongan konvoi Aremania. Barisan konvoi dipimpin mobil yang ditumpangi oleh drummer Aremania, Cak No.
 
Mengenakan pakaian Indian yang jadi ciri khasnya saat memandu musik untuk Aremania di Stadion Kanjuruhan, Cak No berdiri di atas mobil yang berjalan pelan memimpin rombongan konvoi. Puluhan ribu Aremania yang sudah tak sabar untuk membirukan jalanan Malang, mengikuti mobil iring-iringan tersebut. Sambil terus membunyi-bunyikan klakson, konvoi Aremania bergerak ke selatan menuju Jembatan Sukarno Hatta. Lalu, rombongan suporter klub berlogo singa ini berbelok ke arah Betek, Jalan MT Haryono dan terus bergerak ke timur. Begitu sampai di pertigaan pos polisi Jalan Ijen, konvoi dipecah.
 
Sebagian Aremania melanjutkan rute lurus, melewati Oro-Oro Dowo hingga Kayutangan. Sementara, belasan ribu suporter lainnya membentuk konvoi baru untuk mengitari Jalan Ijen. Di sepanjang jalan Ijen, Aremania tak henti-hentinya menyanyikan lagu sorak dukungan untuk Arema. ‘’Kami Arema, Salam Satu Jiwa, Di Indonesia, Kan Slalu Ada, Slalu Bersama, Untuk Kemenangan, Hei, Kami Arema,’’ nyanyi Aremania, diiringi tabuhan musik, layaknya sedang berada di tengah pertandingan Arema. Selama beberapa jam, Aremania terus menggeber motornya untuk memproklamirkan ulang tahun ke-26 Arema kepada seluruh warga Malang.
 
Setelah puas berkonvoi, Aremania tak langsung pulang. Puluhan ribu massa suporter langsung menuju titik utama untuk berkumpul, yakni area kantor Arema Jalan Kertanegara, tepat di depan kantor redaksi Malang Post. Hingga malam hari, Aremania membuat area Stasiun Kota Baru padat.
Praktis sepanjang hari kemarin, kemacetan memang tak bisa dihindari. Presiden Klub Arema Indonesia, H Rendra Kresna menyebut kemacetan sudah hal yang lumrah bila melihat runtutan even di bulan Agustus.
 
‘’Kita ulang tahun pada saat arus mudik, tentu saja kemacetan tak bisa dihindari. Bagi orang yang transit atau lewat Malang ya harap sabar. Karena ini adalah ritual tahunan yang menjadi bukti fanatisme Aremania. Tapi atas nama Arema, kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang merasa terganggu,’’ ungkap Rendra. Sementara itu, Drummer Aremania, Cak No sendiri berharap, Arema bisa berprestasi lebih hebat lagi, usai diulangtahuni secara meriah seperti kemarin.
 
‘’Dalam konvoi besar-besaran ini, Kita tentunya berharap agar prestasi Arema semakin meningkat, nama Arema semakin besar, dan Aremania semakin disegani,’’ tutur Cak No. Saat berkumpul di Stasiun Kota Baru, Aremania dihibur oleh berbagai penampilan musik. Can A Rock, band yang lahir dari kalangan suporter Aremania, ikut memeriahkan acara puncak perayaan ulang tahun Arema dan Aremania ke-26. ‘’Ya kami ikut tampil demi memeriahkan ultah Arema dan Aremania,’’ ungkap Hadias, pentolan Can A Rock. (MPost)

Dua Ribu Meter Bendera Merah Putih Selubungi Lapangan Rampal

MALANG- Menyambut ulang tahun kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Lapangan Rampal diselubungi 2.000 meter bendera merah putih tanpa putus. Ide yang ditelorkan jajaran Kodim 0833 Kota Malang tersebut, sudah terpasang sejak Rabu (7/8) lalu atau H-1 Lebaran. Meski belum dapat memecahkan rekor MURI, namun pemasangan bendera merah putih ini sengaja dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap ingat bahwa bendera tersebut sebagai lambang negara RI. Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Gunawan Wijaya mengungkapkan, pemasangan bendera ini merupakan ajakan masyarakat untuk tetap mencintai bendera merah putih.
 
“Kami ingin mengajak masyarakat secara keseluruhan untuk tetap mengingat dan mencintai lambang negara ini dengan memasang bendera merah putih mengelilingi Lapangan Rampal,” tuturnya ditemui usai acara Deklarasi Pilgub Jatim Damai di Mapolres Malang Kota kemarin. Yang unik, papar dia, bendera yang terpasang di tempat yang menjadi salah satu ikon Kota Malang itu, tidak terputus sama sekali. Gunawan, panggilan akrabnya menerangkan bila bendera sepanjang 2.000 meter dengan lebar dua meter itu disambungkan dengan cara dijahit oleh siswa-siswi SMK Kartika. “Sekitar tiga hari dijahit lalu dipasang hanya dalam waktu sehari,” tambah perwira menengah itu.
 
Saat pemasangan pun, ungkapnya, dilakukan anggota Kodim 0833 saat H-1 Lebaran, mulai pagi hingga menjelang Maghrib.  Dia yang memimpin pemasangan bendera tersebut, mengaku salut dan bangga kepada anak buahnya karena memasang bendera di saat bulan Ramadan dan sebagian masyarakat sudah melaksanakan mudik. Terlebih, untuk ide yang cukup kreatif itu, pihaknya harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Kalau dihitung rata-rata, harga permeter kain merah putih mencapai Rp 60.000 sehingga total pembuatan bendera terpanjang ini, mencapai Rp 12 juta.
 
“Siapa lagi kalau bukan kita yang harus mengingatkan kepada masyarakat bahwa bendera merah putih merupakan lambang kedaulatan dan tanda kehormatan negara,” papar mantan Danyonif 512/QY Marabunta itu berulang-ulang.  Sementara itu, untuk lebih meramaikan bendera terpanjang ini, Kasdim 0833, Mayor Inf Jamet Nijo mengaku dalam waktu dekat, pihaknya juga segera memasang 240 umbul-umbul memutari Lapangan Rampal. Disinggung batas  berakhirnya pemasangan bendera terpanjang dan umbul-umbul ini, Jamet mengaku akan mengakhirinya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita tetap ikuti semua aturan dan tata cara pemasangan bendera ataupun lambang negara ini,” tutup dia. (MPost)