Edy Triyono

Welcome

:)

Kamis, 07 Juni 2012

Komuter AC Pertama Surabaya-Malang


JELANG UJI COBA:  Kereta rel diesel ekonomi air conditioner (KRDE AC) bakal melayani rute Surabaya-Malang Raya.
SURABAYA – Kereta api perkotaan (komuter) dari Surabaya bertambah lagi. Setelah Sulam (Surabaya-Lamongan), Arek Surokerto (Surabaya-Mojokerto), Susi (Surabaya-Sidoarjo), dan Cepu Ekspress (Surabaya-Cepu via Bojonegoro), kini ada KRDE AC (kereta rel diesel ekonomi air conditioner). Kemarin, (6/6) rangkaian kereta yang belum diberi nama itu diuji coba dari Stasiun Gubeng ke Malang sejauh 96 kilometer.

Kereta yang dioperasikan PT KA Daop 8 Surabaya itu nantinya melayani penglaju dari Kota Pahlawan menuju Malang raya (jurusan Lawang-Kepanjen). ”Uji coba kali ini melihat kemampuan kereta.  Sebab di Bangil, Pasuruan, kemiringan mencapai 23 derajat,’’ terang Kasubdit Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Totok Lukito menjelang keberangkatan di jalur tiga Stasiun Gubeng kemarin. Setelah diujicobakan, jajarannya mematangkan pembahasan jam operasional, frekuensi, dan tarif tiket. 

Jalur kereta Surabaya-Malang-Blitar pergi-pulang (PP) juga dilalui beberapa kereta kelas ekonomi. Seperti Penataran dan Rapih Dhoho. Bedanya, kereta reguler tersebut ditarik lokomotif. Sedangkan komuter didesain lokomotif menyatu dengan kereta penumpang. Totok menjelaskan, komuter lazimnya difungsikan di jalur mendatar. Untuk memberikan pilihan, KRDE AC baru menjadi alternatif baru terhadap penglaju luar kota (Surabaya-Malang) yang biasa berangkat kerja pagi dan pulang kerja sore/petang. 

Kereta berwarna dominasi putih dan merah itu didatangkan dari PT INKA Madiun. ’’Uji coba sekalian menguji kemampuan komuter dengan memberi beban,’’ lanjutnya. Dalam uji coba kemarin, KRDE AC menarik lima kereta. Jumlah total kursi yang tersedia mencapai 308  seat dengan toleransi penumpang berdiri 25 persen. Jumlah kursi di setiap kereta tidak sama. Rincinya, kereta 1 (merangkap lokomotif ) ada 36 seat, kereta 2 ada 70 kursi, kereta 3 dan 4 masing-masing 68 kursi, dan kereta 5 ada 66 kursi. Seluruh kereta dilengkapi pegangan tangan penumpang berdiri dan toilet.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkeretaapian Dishub LLAJ Jatim Isa Anshori mengatakan bahwa tarif sudah ditentukan. ’’Drafnya berkisar antara Rp 20 ribu-Rp 35 ribu. Harga sekian kami sesuaikan dengan jarak tempuh,’’ bebernya. Untuk tarif kurang dari 40 kilometer, penetapan tiket berkisar Rp 5 ribu. Untuk jarak lebih dari 80 kilometer, ditetapkan tarif maksimal. (radar)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar