Edy Triyono

Welcome

:)

Jumat, 10 Agustus 2012

Toko Dibobol, 1,5 Kg Emas Raib


MALANG–Dua minggu menjelang Lebaran, kriminalitas di Kota Malang terus meningkat. Sebuah toko emas di pasar relokasi Dinoyo, Jl Mertojoyo bedak pasar blok A2 No 27-28, dini hari kemarin (9/8) dibobol pencuri. Perhiasan emas seberat lebih dari 1,5 kilogram senilai lebih dari Rp 0,5 miliar dibawa kabur pencuri. Kawanan pencuri yang diduga berjumlah dua orang tersebut diperkirakan beraksi pada pukul 02.00. 

Saat itu, pasar yang tidak pernah sepi tersebut didatangi dua tamu yang tidak diundang. Satu orang menggunakan jaket warna merah dan seorang lagi meng- gunakan jaket warna hitam. Salah satu pelaku yang menggunakan jaket merah, sempat terlihat masuk ke lorong kios yang dihuni pedagang emas. Karena terlihat santai dan tidak mencurigakan, sejumlah saksi menganggap pria berjaket merah tersebut merupakan pemilik kios. 

Pelaku masuk dengan cara merusak gembok salah satu pintu rolling doortoko emas milik Hj Sukarti, 65, warga Jl MT Haryono X-A, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Setelah berada di dalam toko, pelaku pun merusak brankas kecil dengan menggunakan linggis besar. Semua perhiasan emas berupa, cincin, gelang dan kalung dikuras habis. Pelaku keluar melalui pintu yang sama. Selanjutnya mengganti gembok yang lama dengan gembok yang baru. 

”Kami perkirakan 1,5 kilogram perhiasan emas yang berada di dalam brankas,” kata Saiful Bahri, 39, anak korban kepada polisi. Peristiwa pencurian itu baru diketahui Saiful, sekitar pukul 08.00. Saat itu Saiful akan membuka toko milik orang tuanya tersebut. Setelah menurunkan orang tuanya, Saiful bergegas menuju toko emas untuk dibuka. Namun saat berusaha membuka pintu, gembok toko tidak bisa dibuka. Karena itu, Saiful pun bergegas membuka pintu yang satunya. 

Setelah dibuka, Saiful melihat seisi toko sudah dalam kondisi acak-acakan. Brankas kecil yang biasa digunakan untuk menyimpan perhiasan juga sudah rusak dibuka. Saat itulah Saiful memberitahu para pedagang yang ada di sekitar tempat itu. Selain itu juga petugas dari Polsek Lowokwaru. Mendapat laporan itu, petugas dari polsek dan tim olah TKP Polres Malang Kota datang ke lokasi. Polisi melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari yang ditemukan di lokasi ke- jadian. 

”Tim dari kami dan olah TKP sudah datang ke lokasi. Masih coba kami dalami aksi pencurian tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta,” ungkap Kapolsek Lowokwaru AKP Bayu Indra Wiguno. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan brankas, linggis dan sidik jari yang diduga milik pelaku. Sekarang ini masih dilakukan pendalaman dan dipelajari. Dari informasi yang didapat Radar Malang, aksi pencurian toko emas tersebut baru kali pertama terjadi. 

Sebelumnya saat masih di Pasar Dinoyo yang lama, belum pernah ter- jadi pencurian. Enam toko emas yang buka, juga membayar jasa keamanan yang lebih dibanding dengan kios maupun bedak yang lainnya. Mereka buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00. Karena kondisi pasar tidak pernah sepi, pedagang pun juga tidak pernah khawatir. Terlebih, juga ada petugas keamanan yang siaga. ”setahu saya, baru sekali ini terjadi pencurian. 

Sebelumnya belum pernah ada,” kata Sakinah salah satu pemilik toko. Dengan kejadian itu, Sakinah berharap penjagaan akan lebih diperketat. Terlebih, beberapa hari sebelumnya terlihat dua orang yang mencurigakan di sekitar toko. Awalnya para pedagang emas akan menangkap keduanya yang terlihat sedang menggambar keadaan. Karena belum ada bukti, mereka belum berani. (radar)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar