Edy Triyono

Welcome

:)

Senin, 25 Februari 2013

Kacaukan Jadwal KA Majapahit dan Matarmaja

MALANG – Luapan air akibat hujan dan pasangnya air laut yang menggenangi Stasiun Tawang Semarang berimbas kacaunya jam keberangkatan dan kedatangan dua kereta api (KA) tujuan Jakarta yakni KA Majapahit dan KA Matarmaja. “KA Majapahit jadwal berangkat Sabtu pukul 13.25 tetapi terpaksa harus berangkat pukul 01.15 Minggu dini hari karena kereta berangkat Jumat baru sampai sini pukul 23.30 Sabtu malam,” kata Wakil Kepala Stasiun Kota Malang Joko Andriyanto.

Ditambahkan, terdapat dua kali pemberangkatan KA Majapahit pada satu hari kemarin sementara KA Matarmaja lebih beruntung karena bisa berangkat tepat waktu kemarin. KA Gajayana yang tidak terganggu jam berangkat dan datangnya, terpaksa ikut terimbas kebanjiran penumpang dari Majapahit. Lebih lanjut Joko menuturkan stasiun di Semarang mulai tergenang banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter sejak pukul 22.30, akhir pekan lalu. Saat itu, KA Majapahit dan KA Matarmaja pemberangkatan dari Pasar Senin tertahan dan menunggu banjir surut untuk melanjutkan perjalanan ke Malang. 

Dua kereta api dengan kelas ekonomi AC pada Majapahit tiba di Kota Malang pukul 23.30 sementara Matarmaja tiba sedikit lebih dahulu pada pukul 21.30. “Maka untuk KA Matarmaja pemberangkatan normal pukul 14.50 hari Sabtu baru berangkat sekitar pukul 23.30 Sabtu malam, sementara untuk KA Majapahit harus berangkat pukul 01.15 Minggu dini hari. Ada banyak penumpang ,” lanjutnya. Walaupun berangkat menjelang Minggu dini hari, KA Matarmaja tetap datang dan berangkat tepat waktu pada Minggu petang kemarin. Pasalnya, KA pemberangkatan dari Malang turun di Solo dan putar balik ke Malang untuk kembali berangkat pukul 14.50 Minggu kemarin. 

Sementara KA Majapahit yang tidak memiliki kereta cadangan berputar jalur selatan dan berlanjut ke Jakarta. Imbasnya Majapahit mengalami keterlambatan tiba di Malang, dari jadwal normal sekitar pukul 08.00 pagi kemarin datang sekitar pukul 17.00. “Untuk KA Matarmaja ada kereta cadangan di Solo dan bisa ganti kereta di sana. Jadi berangkat dari Malang tepat waktu. Sedangkan KA Majapahit terlambat lagi, sampai pukul 13.00 ini masih ada di wilayah Kertosono,” katanya. Imbasnya, banyak penumpang KA Majapahit untuk pemberangkatan kemarin segera membatalkan tiket dan berpindah pada KA Gajayana ataupun KA Matarmaja. 

Kereta eksekutif Gajayana pun kebanjiran penumpang dengan memberangkatkan 1 rangkaian kereta tambahan pada petang kemarin. “Biasanya membawa 7 rang- kaian tadi bawa 8 rangkaian. Sedangkan penumpang Majapahit dari 80 penumpang sekitar 30 penumpang membatalkan tiket dan sebagian besar masuk Gajayana,” imbuhnya lagi. Kereta api Gajayana tidak ter- dampak banjir karena rute kereta kelas eksekutif tersebut lewat jalur Selatan. Untuk pemberangkatan KA Matarmaja dan KA Majapahit kemarin diperkirakan akan kembali lancar. Pasalnya banjir yang menggenangi stasiun Tawang dan sejumlah rel kereta api disekitar Stasiun dikabarkan mulai surut sejak pukul 12.00 kemarin. “Kabarnya air sudah dibawah 10 cm menggenangi rel kereta api. Jadi kalau tidak ada hujan susulan jalur sudah bisa dilewati Matarmaja dan Majapahit,’’ tutupnya. (Mpost)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar