Edy Triyono

Welcome

:)

Kamis, 20 September 2012

Butuh Keajaiban ke Semifinal


TERKEPUNG: Pemain Arema IPL Putut Waringin Jati dijaga dua pemain Al Ettifaq (Arab Saudi) dalam leg pertama babak perempat final Piala AFC di 
MALANG– Misi Arema IPL untuk mencetak sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang lolos ke semifinal ajang antarklub Asia mene-mui jalan terjal. Itu terjadi setelah dalam leg per tama babak perempat final Piala AFC di Stadion Gajayana kemarin petang (18/9) mereka dipermalukan tamunya, Al Ettifaq (Arab Saudi), dengan skor 0-2 (0-0). 

Kans ke semifinal memang belum tertutup. Namun, Arema butuh keajaiban untuk menang dengan skor minimal 3-0 pada legkedua yang digelar di kandang Al Ettifaq 25 September mendatang. Arema sejatinya mampu mengimbangi permainan Al Ettifaq, terutama pada babak pertama. Kedua tim sama-sama memperagakan permainan disiplin. Sekalipun saling berganti melancarkan serangan, usaha yang dilakukan umumnya terhenti sebelum memasuki kotak penalti. 

Karena itu, kedua tim lebih banyak membuat peluang lewat tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Tapi, tidak banyak peluang yang tercipta pada babak ini. Arema sempat memiliki peluang bagus pada menit ke-16. Kapten tim Legimin Raharjo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Sayang, arah tembakan masih bisa dibaca dan ditangkap dengan mudah oleh kiper Al Ettifaq Faiz Al Subaiei. Selang dua menit kemudian, Andrew Barisic melakukan usaha serupa. 

Namun, tembakannya terlalu lemah dan bisa diamankan Subaiei. Tim lawan juga membuat peluang bagus di pengujung babak pertama. Untung, akselerasi Yahia Al Shehri di ujung babak pertama masih bisa digagalkan 
kiper Deniss Romanovs. Skor kacamata 0-0 pun ber tahan hingga turun minum. Pada babak kedua, pertandingan sempat diwarnai padamnya lampu penerangan stadion. Ini terjadi pada menit ke-50 atau lima menit setelah kickoffbabak kedua. 

Lampu padam tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Tapi, insiden itu tidak terlalu ber-pe ngaruh pada ritme permainan yang ditunjukkan kedua tim. Sama seperti babak pertama, kedua tim masih tampil dengan disiplin tinggi dan saling jual beli serangan. Pada menit ke-53, playmakerAl Ettifaq Junior Xuxa menusuk area pertahanan Arema. Un tung, Romanovs bisa memotong pergerakan Xuxa. 

Sembilan menit kemudian, Cassio Vargas Barbosa melepaskan tembakan jarak jauh yang masih menyamping di sisi kiri gawang Arema. Roman Chmelo juga membuat peluang pada menit ke-63. Sayang, tembakan spekulasinya dari luar kotak penalti masih melambung jauh. Petaka melanda Arema pada menit ke-67. Tim tamu mampu memecah kebuntuan lewat gol yang dicetak pemain tengahnya, Yahia Al Shehri. Gol itu praktis menaikkan moral Al Ettifaq untuk kembali mencetak gol ke gawang Arema. 

Tapi, Roman dkk tidak menyerah begitu saja. Mereka sempat membuat sejumlah peluang emas. Salah satunya lewat headingTalaohu Abdul Musafry pada menit ke-87. Sayang, usaha pemain asal Ternate itu masih bisa digagalkan kiper lawan. Tim tamu malah menambah keunggulan pada masa injury. Kali ini lewat tembakan jarak jauh pemain pengganti Zamil Mohammed Al Saleem. Arema pun menutup laga dengan kekalahan 0-2. Seusai pertandingan, Dejan menyatakan tidak terlalu kecewa meski timnya kalah oleh Al Ettifaq. ”Kita harus jujur, kita kalah melawan tim bagus sekali. Mereka punya kualitas dan profesional. Kita belajar banyak,” tutur dia. (radar)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar