Edy Triyono

Welcome

:)

Senin, 12 Agustus 2013

Bhumi Arema Biru Total

MALANG – Bhumi Malang jadi lautan biru. Puluhan ribu Aremania dari segala penjuru Malang Raya tumpah ruah di jalanan Kota Malang. Mereka berkumpul merayakan ulang tahun ke-26 Arema Indonesia yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2013, kemarin. Suporter pecinta Singo Edan ini tak hanya sekadar berkumpul. Sekitar pukul 10.00 WIB, jalanan Sukarno Hatta yang sudah dibirukan oleh puluhan ribu suporter, menjadi start awal pemberangkatan rombongan konvoi Aremania. Barisan konvoi dipimpin mobil yang ditumpangi oleh drummer Aremania, Cak No.
 
Mengenakan pakaian Indian yang jadi ciri khasnya saat memandu musik untuk Aremania di Stadion Kanjuruhan, Cak No berdiri di atas mobil yang berjalan pelan memimpin rombongan konvoi. Puluhan ribu Aremania yang sudah tak sabar untuk membirukan jalanan Malang, mengikuti mobil iring-iringan tersebut. Sambil terus membunyi-bunyikan klakson, konvoi Aremania bergerak ke selatan menuju Jembatan Sukarno Hatta. Lalu, rombongan suporter klub berlogo singa ini berbelok ke arah Betek, Jalan MT Haryono dan terus bergerak ke timur. Begitu sampai di pertigaan pos polisi Jalan Ijen, konvoi dipecah.
 
Sebagian Aremania melanjutkan rute lurus, melewati Oro-Oro Dowo hingga Kayutangan. Sementara, belasan ribu suporter lainnya membentuk konvoi baru untuk mengitari Jalan Ijen. Di sepanjang jalan Ijen, Aremania tak henti-hentinya menyanyikan lagu sorak dukungan untuk Arema. ‘’Kami Arema, Salam Satu Jiwa, Di Indonesia, Kan Slalu Ada, Slalu Bersama, Untuk Kemenangan, Hei, Kami Arema,’’ nyanyi Aremania, diiringi tabuhan musik, layaknya sedang berada di tengah pertandingan Arema. Selama beberapa jam, Aremania terus menggeber motornya untuk memproklamirkan ulang tahun ke-26 Arema kepada seluruh warga Malang.
 
Setelah puas berkonvoi, Aremania tak langsung pulang. Puluhan ribu massa suporter langsung menuju titik utama untuk berkumpul, yakni area kantor Arema Jalan Kertanegara, tepat di depan kantor redaksi Malang Post. Hingga malam hari, Aremania membuat area Stasiun Kota Baru padat.
Praktis sepanjang hari kemarin, kemacetan memang tak bisa dihindari. Presiden Klub Arema Indonesia, H Rendra Kresna menyebut kemacetan sudah hal yang lumrah bila melihat runtutan even di bulan Agustus.
 
‘’Kita ulang tahun pada saat arus mudik, tentu saja kemacetan tak bisa dihindari. Bagi orang yang transit atau lewat Malang ya harap sabar. Karena ini adalah ritual tahunan yang menjadi bukti fanatisme Aremania. Tapi atas nama Arema, kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang merasa terganggu,’’ ungkap Rendra. Sementara itu, Drummer Aremania, Cak No sendiri berharap, Arema bisa berprestasi lebih hebat lagi, usai diulangtahuni secara meriah seperti kemarin.
 
‘’Dalam konvoi besar-besaran ini, Kita tentunya berharap agar prestasi Arema semakin meningkat, nama Arema semakin besar, dan Aremania semakin disegani,’’ tutur Cak No. Saat berkumpul di Stasiun Kota Baru, Aremania dihibur oleh berbagai penampilan musik. Can A Rock, band yang lahir dari kalangan suporter Aremania, ikut memeriahkan acara puncak perayaan ulang tahun Arema dan Aremania ke-26. ‘’Ya kami ikut tampil demi memeriahkan ultah Arema dan Aremania,’’ ungkap Hadias, pentolan Can A Rock. (MPost)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar