Edy Triyono

Welcome

:)

Senin, 12 Agustus 2013

UM Mulai Siapkan Prodi Baru

MALANG - Moratorium (penghentian) sementara usulan pembukaan program studi baru di perguruan tinggi akan segera berakhir waktunya. Sesuai janji pemerintah, pada 2014 mendatang kran pembukaan prodi baru sudah dibuka. Karena itulah sejumlah perguruan tinggi sudah ancang-ancang menyiapkan prodi baru. Salah satunya Universitas Negeri Malang (UM). ”Usulan baru yang mendesak dan sudah disiapkan juga didaftarkan yaitu Fakultas Perhotelan dan Pariwisata,” ungkap Rektor UM, Prof Dr H Suparno kepada Malang Post.
 
Pendirian fakultas ini menurutnya berawal dari keberadaan prodi teknologi industri yang ada di Fakultas Teknik. Di Prodi tersebut terdapat dua jurusan yaitu tata boga dan tata busana. Kedua program tersebut sudah sangat eksis dan bahkan menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Karena itulah pengelolaannya akan dinaungi pada fakultas perhotelan dan pariwisata sehingga bisa lebih pesat perkembangannya. ”Basis pembukaan fakultas ini ada pada program studi di Fakultas Teknik, teknologi industri boga dan busana menjadi cikal bakalnya,” bebernya.
 
Pembukaan fakultas baru ini lanjutnya juga tidak lepas dari tugas UM sebagai lembaga eks IKIP. Sehingga fakultas tersebut akan diarahkan pada pengembangan dua jenis prodi yaitu sarjana perhotelan dan penyiapan guru di SMK yang memiliki program perhotelan. ”Setahu saya belum ada IKIP yang punya program kependidikan perhotelan dan pariwisata,” kata dia.
 
Guru besar Fakultas Sastra UM ini menegaskan pembukaan fakultas ini didasari pada kepekaan institusi, pimpinan dan civitas UM yang memikirkan SMK yang punya prodi itu. Sehingga kebutuhan SDM guru disana bisa terpenuhi dengan dibukanya fakultas baru di UM ini. ”Siapa lagi kalo bukan universitas eks IKIP yang memberikan kepedulian ini, karena ini merupakan mandat utama kependidikan,” bebernya.
 
Kalau UM sudah mantap dengan fakultas perhotelan dan pariwisata, namun tidak demikian dengan fakultas kedokterannya. Meski sudah memiliki 15 dokter yang mengabdi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), namun pembukaan FK belum akan dilakukan dalam waktu dekat ini. ”FK belum kami usulkan, tapi sudah ada cikal bakal yang akan menjadi pengembangannya yaitu prodi kesehatan masyarakat yang sudah dibuka tahun ini,” tegasnya.
 
Suparno menambahkan membuka prodi baru di perguruan tinggi harus berdasarkan alasan yang kuat. Seperti memertimbangkan kebutuhan dan masa depan lulusan agar tidak justru menjadi beban bagi kampus. ”Jangan sampai lepas dari tanggung jawab, akan jadi beban kampus kalau lulusan tidak punya masa depan,” pungkasnya. (MPost)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar