Edy Triyono

Welcome

:)

Selasa, 13 Agustus 2013

UIN Wajibkan Maba Tinggal di Ma’had 1 Tahun

MALANG - UIN Maliki Malang akan melaksanakan program matrikulasi kepada mahasiswa baru. Program tersebut akan dilaksanakan di Ma'had Aly selama satu tahun. Mahasiswa baru wajib tinggal di Ma’had untuk mengikuti program pembinaan tersebut. "Ada dua hal yang menjadi agenda matrikulasi, yaitu kema'hadan dan bahasa arab," ungkap Rektor UIN Maliki, Prof Dr H Mudjia Rahardjo kepada Malang Post.
 
Menurutnya tradisi wajib satu tahun di ma'had ini dilakukan agar lulusan UIN Maliki menjadi lulusan yang berjiwa ulama dan ilmuwan, serta ilmuwan yang ulama. Karena itulah para calon ilmuwan tersebut harus tinggal di pondok dan mengikuti serangkaian program dan pembinaan khusus. Ma'had UIN Maliki sudah integral dengan pengenbangan akademik. "Seluruh program ma'had sama dengan kegiatan akademik, jadi keduanya sudah menjadi satu" tegasnya.
 
Mantan Pembantu Rektor 1 UIN Maliki ini menuturkan pandangan UIN Maliki adalah mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama. Sebab menurutnya ilmu semuanya dari Allah. Saat belajar Kimia harus disandingkan dengan Al Quran, begitu pula saat belajar biologi dan ilmu lainnya. ”Semua ilmu adalah agama, sumbernya dari Allah," kata dia.
 
Karena itulah menurutnya semua mahasiswa harus disamakan persepsi atau cara pandangnya dalam melihat ilmu. Penyamaan persepsi itu dilakukan dalam ma'had. "Sebenarnya semua orang tua ingin anaknya tinggal di ma'had, tapi karena kapasitasnya terbatas maka hanya bisa satu tahun saja," bebernya.
 
Ma'had Aly lanjutnya tidak sekadar asrama. Selama tinggal di sana mahasiswa akan didampingi musyrifah atau kakak pendamping yang telah diseleksi. Saat ini sudah ada 200 musyrifah yang siap mendampingi mahasiswa baru.  Ada sekitar 600 pendaftar yang ingin menjadi musyrifah, dan hanya 200 yang lolos seleksi. Mereka harus memiliki keunggulan dalam hal bahasa dan juga ada syarat IPK minimalnya.
 
Ma'had Aly UIN Maliki memiliki kapasitas maksimal 3000 mahasiswa. Karena itupula penerimaan mahasiswa baru maksimal sebesar angka itu. Walaupun sebenarnya peminat UIN Maliki mencapai puluhan ribu orang.  ”Tahun ini peminat UIN Maliki naik drastis, tapi karena kapasitas kami terbatas sehingga tidak bisa menampung lebih dari 3000 orang,” ujarnya. (MPost)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar