Edy Triyono

Welcome

:)

Senin, 12 Agustus 2013

Mimpi Itu, Punya Stadion Sendiri

MALANG – Arema Indonesia sedang meretas mimpi. Menjadi pelopor klub sepakbola berbasis industri di liga Indonesia. Salah satu upaya mewujudkan visi itu adalah dengan membangun stadion homeground sendiri. Cita-cita ini diungkapkan oleh segenap manajemen dan petinggi klub Singo Edan, saat tasyakuran ultah ke-26 di kantor Arema, Jalan Kertanegara, siang kemarin (11/8).
 
CEO Arema, Iwan Budianto menyebutkan, punya stadion sendiri menjadi salah satu harapan utama dari manajemen, untuk segera masuk ke era industri sepakbola. Sampai saat ini, Arema berusaha mewujudkan mimpi sebagai klub sepakbola yang mandiri dan bisa menghidupi diri sendiri. Khususnya pendapatan tiket serta sponsor.
 
‘’Semoga Arema bisa menjadi klub yang mandiri, menjadi klub pertama yang beranjak ke era industri sepakbola Indonesia. Untuk mewujudkan itu, kita butuh stadion sendiri. Mohon diamini,’’ ungkap IB, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan dalam tasyakuran ultah ke-26. Mimpi manajemen klub berlogo singa untuk memiliki stadion homeground itu tak lepas dari kebutuhan Arema untuk berdiri di atas kaki sendiri.
 
Menurut IB, memiliki stadion homeground, berarti selangkah lebih dekat menuju klub sepakbola yang makin mandiri. Namun, sampai saat ini belum ada cetak biru atau maket stadion. Hanya saja, IB menyebut bahwa kapasitas stadionnya melebihi kandang Arema saat ini, Stadion Kanjuruhan. ‘’Kita ingin punya stadion dengan kapasitas 60 ribu orang. Dengan kapasitas tersebut, kami cukup yakin Aremania bakal semakin nyaman dalam bersorak sorai mendukung tim pujaannya,’’ ungkap CEO yang saat muda sudah menjadi suporter untuk Arema tersebut.
 
Saat ini, Arema masih menyewa Stadion Kanjuruhan dari Pemerintah Kabupaten Malang, untuk dijadikan homeground pertandingan. Kapasitas stadion sendiri masih sekitar 45 ribu penonton. Selama kompetisi 2012/2013, rata-rata Aremania yang memadati stadion selalu di atas 25 ribu penonton. Pada pertandingan big match, jumlah suporter mencapai kapasitas maksimal tiket yang dicetak. Kebocoran tiket sendiri di bawah 5 persen.
 
Praktis, fakta bahwa Arema menjadi klub sepakbola berpendapatan tiket tertinggi di Indonesia dengan kebocoran paling rendah, membuat harapan memiliki stadion sendiri disambut baik. Khususnya oleh founding father Arema yang tersisa, Ovan Tobing. Menurut Ovan, apabila Arema memiliki stadion sendiri, kemenangan dan gelar juara bisa semakin manis dan sakral. ‘’Kalau kita menang di stadion sendiri, rasanya kemenangan itu lebih sacral. Kalau kita jadi juara, di stadion sendiri, itu memiliki banyak arti. Semoga mimpi memiliki stadion sendiri bisa kita wujudkan,’’ tegas Ovan.
 
Sementara itu, Presiden Klub Arema, H Rendra Kresna menyebut, impian mempunyai stadion sendiri masih belum bisa terwujud dalam waktu dekat ini. ‘’Kalau dalam waktu dekat ini, satu dua tahun ke depan, masih belum bisa. Kita masih fokus pada pembentukan skuad,’’ tutur Rendra kepada Malang Post. Namun, mimpi Arema menjadi klub yang memiliki stadion sendiri bukannya mustahil. Bupati Malang ini menjelaskan, ada beberapa persyaratan utama yang harus diwujudkan Arema agar mimpi stadion homeground bisa terealisasi.
‘’Kalau stadion yang sekarang terus terisi penuh, sponsor hebat bisa masuk ke Arema. Andai kita terus konsisten selama lima tahun untuk memperoleh surplus keuangan, mimpi punya stadion sendiri tidak mustahil, bisa jadi kenyataan,’’ tandas Rendra. (MPost)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar