Edy Triyono

Welcome

:)

Senin, 15 April 2013

Peni Enggan Bantu Persema

Malah Lebih Suka kalau Main di Amatir 

MALANG KOTA – Persema bakal semakin berat berjuang memutihkan sanksi degradasi ke divisi tiga pada kongres tahunan PSSI di Surabaya Juni mendatang. Itu karena tidak ada dukungan dari Wali Kota Malang Peni Suparto terhadap pemutihan sanksi tersebut. Malah Peni menyatakan lebih senang jika Persema bermain di divisi tiga atau kompetisi amatir yang paling bawah. Dengan demikian, Persema bisa lebih fokus dalam pembinaan pemain muda.

 ”Selama PSSI masih carut-marut seperti sekarang, kami lebih suka Persema bermain di liga amatir karena bisa fokus ke pembinaan,” ucap Peni Suparto setelah membuka turnamen Piala Danone di lapangan Rampal, Sabtu (13/4). Karena itu, Peni menegaskan tidak akan membantu manajemen Persema terkait permohonan pemutihan sanksi kepada PSSI. ”Kami tidak akan melakukan itu (permohonan pemutihan). 

Kami terima saja sanksi dari PSSI,” ujar dia. Peni juga menyoroti konflik yang masih terjadi di PSSI. Menurut dia, selama konflik masih terjadi di internal PSSI, tentunya menjadi kurang menarik bagi Persema. Peni mengakui manajemen Persema sekarang tidak pernah melakukan komunikasi dengan dirinya. Itu setelah pengelolaan Persema mandiri lantaran tidak boleh menggunakan anggaran dari APBD pemkot. Untuk itu, kalau Persema bermain ke divisi tiga, pengelolaan tim berjuluk 

Laskar Ken Arok itu akan berada di tangan PSSI. Artinya, sisi pendanaan Persema akan ditopang dengan APBD. Dengan demikian, PSSI nantinya akan fokus dalam menjaring dan membina pemain muda dari kompetisi internal. Persema terkena sanksi PSSI era Nurdin Halid 2011 lalu lantaran membelot dari ISL ke IPL. Saat itu Persema yang awalnya dikelola Pemkot Malang diserahkan kepada konsorsium Mitra Bola Indonesia (MBI). (radar)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar